Mengenal lebih dekat epilepsi dan penyebab penyakit epilepsi

Posted by Unknown on Thursday, May 30, 2013

Penyakit Epilepsi adalah Penyakit Saraf Menahun

Penyakit epilepsi berasal dari bahasa Yunani disebut sebagai Epilepsia yang berarti ‘serangan’ merupakan penyakit saraf menahun dan bisa mengakibatkan seseorang yang menderita penyakit epilepsi ini terserang secara mendadak dan ditandai dengan kejang-kejang dua kali atau lebih tanpa ada alasan yang menyertainya. Dalam bahasa Indonesia, penyakit epilepsi disebut juga sebagai penyakit ayan
Soal penyebab penyakit epilepsi memang belum diketahui secara jelas. Penyakit epilepsi / ayan memang bisa terjadi karena faktor genetika namun bukanlah penyakit keturunan. Selain itu, kerusakan otak ketika proses kelahiran, stroke, luka kepala, tumor otak dan pengaruh alkohol merupakan penyebab penyakit epilepsi. Otak memiliki jutaan sel syaraf yang disebut sebagai neuron yang berfungsi sebagai koordinator di dalam tubuh agar kita bisa beraktivitas yang mencakup melihat, berpikir, bergerak dan bahkan perasaan kita. Namun, pada penderita penyakit epilepsi, karena beberapa penyebab epilepsi yang telah disebutkan tadi – syaraf-syaraf tersebut kadang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Penyebab Epilepsi

Berikut rangkuman beberapa faktor penyebab epilepsi yang mendasari seseorang menderita penyakit ini:
  • Adanya perubahan zat kimia dalam otak kita.
  • Faktor genetika namun bukan faktor keturunan.
  • Pernah mengalami cedera atau luka di bagian kepala sehingga menyebabkan trauma otak.
  • Pernah mengalami gangguan fisik atau mental.
  • Pada proses kelahiran, terjadi luka pada kehamilan.
  • Bisa juga karena faktor lingkungan.

Tanda-tanda & Gejala Epilepsi

Berikut beberapa akibat yang terjadi jika seseorang menderita epilepsi yang ditandai dengan gejala berikut ini:
  1. Risiko yang paling umum terjadi adalah terjatuh ketika berdiri karena kejang. Hal ini bisa menyebabkan risiko yang lebih parah lagi akibat luka di kepala dan patah tulang.
  2. Ketika mengendarai kendaraan, seseorang yang menderita epilepsi bisa tiba-tiba kejang dan mengakibatkan kecelakaan.
  3. Tenggelam pada saat berenang karena kejang ketika berenang atau menyelam.
  4. Terjadi komplikasi pada saat kehamilan dan melahirkan. Pada saat kehamilan atau kelahiran, bisa saja sang ibu mengalami kejang dan ini berbahaya bagi bayi. Sementara perlu diakui pemberian obat bagi penderita epilepsi bisa meningkatkan resiko cacat janin.

Diagnosis & Pengobatan Penyakit Epilepsi

Untuk melakukan diagonosis terhadap penderita penyakit epilepsi bisa menggunakan alat medis berikut:
  1. MRI atau Magnetic resonance imaging digunakan untuk mendapatkan gambaran dalam tubuh atau otak tanpa menggunakan sinar-X melainka kekuatan magnet yang sangat kuat.
  2. EEG atau electroencephalography yang digunakan untuk memeriksa gelombang otak dengan mendeteksi apakah ada perubahan muatan dari sel neuron secara tiba-tiba.
Sementara untuk pengobatan penyakit epilepsi terdapat 4 jenis pengobatan yakni: yang paling umum adalah pemberian obat anti-epilepsi, kemudian operasi (eksisi fokus epileptikus), terapi untuk menghilangkan faktor-faktor penyebab penyakit epilepsi dan regulasi aktivitas fisik dan mental dengan tidak stres dan terlalu lelah. Untuk obat-obatan anti-epilepsi sejauh ini memang bisa mengendalikan kadar terjadinya kejang pada penderita penyakit epilepsi. Namun penggunaan obat anti-epilepsi tersebut haruslah sesuai saran dokter. Maka dari itu, mereka yang terserang epilepsi harus berkonsultasi dengan dokter. Sebagai catatan, ketika memang sudah disarankan untuk mengonsumsi obat anti-epilepsi maka tidak boleh sembarangan menghentikannya karena malah dapat menyebabkan peningkatan penyakit epilepsi.
Penyakit epilepsi sering dikaitkan dengan kerasukan roh jahat, masturbasi atau penyakit keturunan. Padahal pada faktanya tidaklah seperti itu. Orang yang mengidap epilepsi masih bisa hidup normal bahkan berkarya. Tahukah Anda bahwa ada banyak orang sukses di dunia yang ternyata adalah penderita penyakit epilepsi ? Silakan Googling!

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment